Maaf Blog masih dalam proses pembuatan

Beranda

Beranda

UMUM

Persaingan dan perkembangan dunia usaha yang demikian pesat membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan mempunyai skil,  sikap mental yang  kompretif seta profesional. Konsekuensi logis dari hal diatas generasi muda harus segera mempersiapkan diri sejak dini. Akademi komunitas mukomuko yang merupakan pendidikan vokasi hadir di hadapan masyarakat, melalui program-program menjawab fenome diatas. Akademi komunitas atas kepercayaan Dirjen Dikti mengaplikasikan proses pembelajaran setiap program studi melalui pendekataan studi kasus,diskusi, simulasi dan pratikum serta job training


http://kabarkampus.com/

http://kabarkampus.com/

BEM FISIP UIN Jakarta Bantah Dukung Prabowo – Hatta

BEM FISIP UIN Jakarta membantah pemberitaan yang menyebutkan mereka mendukung pasangan Prabowo – Hatta seperti yang diberitakan oleh running text TV One dan Sindo News pada hari Senin, (30/06/2014). Mereka mengaku tidak mendukung salah satu catu Capres alias netral  dalam Pilpres 2014.

Hilman Hidayat, Ketua BEM FISIP UIN mengatakan, pemberitaan BEM UIN Jakarta mendukung Prabowo – Hatta  adalah tidak benar. BEM FISIP UIN, sebagai organisasi intra kampus UIN, tidak pernah menyatakan dukungan terhadap salah satu Capres-Cawapres, alias netral.
Menurutnya, adanya berita tersebut, karena kehadiran dirinya pada deklarasi dukungan yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Ciputat. Namun, kehadirannya tersebut bukanlah mengatasnamakan organisasi yang dipimpinnya, melainkan atas dasar undangan yang diterimanya sebagai individu.
“Saya sangat menyesalkan adanya pemelintiran berita atas kehadiran saya pada deklarasi dukungan terhadap Prabowo-Hatta, kemarin. Saya hadir atas dasar seorang undangan, mahasiswa biasa, warga negara Indonesia, yang secara konstitusi memang diperkenankan mempunyai pilhan politik dan melakukan kegiatan politik. Bukan sebagai ketua BEM FISIP, seperti yang diberitakan,” ungkap Hilman Kepada KabarKampus, Selasa, (01/06/2014).
Hilman menjelaskan, pemberitaan mengenai dukungan BEM Fisip UIN Jakarta terhadap salah satu calon tersebut merupakan sebuah  pemelintiran berita. Berita itu jelas dibuat-buat alias dipelintir. Terbukti, namanya bukan seperti yang ditulis pada berita itu, yakni atas nama Hilman Farid.
“Mungkin, reporter yang melakukan pemelintiran itu sedang lelah,” katanya.
Hilman juga mengatakan, meminta maaf atas semua pihak yang telah dirugikan karena adanya pemberitaan tersebut. Terutama pada segenap mahasiswa dan civitas akademika UIN Jakarta.
“Saya mohon, agar semua pihak tidak terprovokasi karena pemberitaan ini. Dan saya harap, setelah ini tidak ada lagi pemberitaan yang sengaja dipelintir demi kepentingan sebuah pihak tertentu yang mengatasnamakan UIN Jakarta. Media haruslah tetap bersikap netral,” Tegasnya.
Adapun, tambah Hilman kalaupun dia mendukung, hal tersebut atas nama pribadi bukan atas nama institusi

 




http://kabarkampus.com/

http://kabarkampus.com/

ITS Kembali Rebut Juara Kontes Robot Indonesia 
Tim robot Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Suarabaya 2014 kembali merebut juara dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2014 yang digelar di kampus UNY, Yogyakarta. Kemenangan ini diraih setelah tim robot ITS, Yakni RINE ITS mengalahkan tim robot El-Tron dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dalam pertandingan grand final yang digelar Jumat, (27/06/2014)

Dalam pertandingan itu, RINE ITS berhasil mencetak “shabaash”, dalam waktu satu menit dan 12 detik. Shabaash merupakan robot yang menaiki tangga dan mencapai puncak dan akan secara otomatis menang.
Tak hanya itu, setelah menduduki podium tertinggi Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2014, robot heroik kampus pahlawan RINE juga dinobatkan sebagai robot dengan strategi terbaik. Penghargaan ini pun menjadikan RINE primadona di KRI 2014.
Selama pertandingan berlangsung, RINE menerapkan strategi melahap habis seluruh jenis permainan yang tersaji. Mulai dari jungkat-jungkit, lompat tiang, ayunan, dan menaiki tangga. Pada kompetisi kali ini, belum banyak perguruan tinggi yang menerapkan strategi tersebut. Sehingga, hal itu membuat RINE di atas angin dalam mencetak shabaash.
Dalam kontes KRAI 2014, peserta yang memiliki kemampuan mencetak shabaash dengan sempurna hanya dua tim, yakni kontingen ITS dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Tim robot lain yang mampu mencetak shabaash adalah kontingen Politeknik Negeri Batam (Polibatam). Namun robot mereka mengalami permasalahan saat babak penyisihan.
RINE sendiri mampu mencetak shabaash sebanyak empat kali. Terhitung mulai dari penyisihan putaran pertama, putaran kedua, semifinal hingga final. Meski demikian, anggota tim RINE merasa catatan waktu robot mereka masih belum sempurna.
”Saat latihan, kami pernah mencatatkan waktu kurang dari satu menit,” ujar M. Lukman Hakim, operator RINE.
Oleh karena itu, Lukman dan anggota lainnya akan terus berusaha meningkatkan performa robot untuk menghadapi kontes robot Asia Pasifik, ABU Robocon 2014 di Pune, India.
Rudy Dikairono, ST MT, dosen pembimbing tim RINE ITS mengaku cukup puas dengan performa robot mereka. Meski begitu, ia akan melakukan beberapa perbaikan pada beberapa aspek. ”Waktu sudah baik, hanya stabilitas yang perlu ditingkatkan